Peluang Pemberdayaan Guru PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Sabtu, 13 Desember 2008 10:03

Lembaga Pendidikan Maarif NU Gresik terus membuka peluang untuk memberdaya para pendidik. Hal itu dimaksudkan untuk memacu kelayakan-kelayakan bagi para pengajar agar tidak tertinggal dengan lembaga pendidikan Islam lainnya.

”Kami terus berusaha memanfaatkan dana untuk kepentingan pendidikan, baik bagi kalangan guru maupun perangkat pendukung lainnya,” kata Ketua LP Maarif NU Gresik, Ismail Syarif, pada Duta, kemarin.

Para guru di lingkungan LP Maarif, diakuinya, masih belum memiliki keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan masyarakat. Dengan sendirinya guru Maarif harus benar-benar layak menjadi pendidik dalam menjawab tantangan zaman.


Lebih lanjut Ismail mengatakan, saat ini penekanan terhadap kalangan guru di lingkungannya, dari tingkat MI/SD sampai SMA/MA harus memiliki kelayakan mengajar. “Dengan sendirinya, Maarif bisa melakukan kerja sama Dinas P&K Kabupaten Gresik untuk pengembangan-pengembangan dan pemberdayaan guru. Seperti mengadakan pelatihan guru atau workshop,” tuturnya.

Dan bagi guru yang masih belum sarjana, pihak LP Maarif memberikan peluang bagi mereka untuk melanjutkan sekolah lebih tinggi yang setara dengan S-1 (sarjana). ”Insya Allah tahun 2010 seluruh guru.Maarif Gresik sudah sarjana semua,” kata mantan Kasek SMA Assa’adah Bungah Gresik ini.
Diingatkan, LP Maarif harus bangga termasuk tiga lembaga di Gresik yang mendapat perhatian khusus dari Pemkab setempat. Dengan menerima dana bantuan dari APBD tahun 2008. Meski demikian, pihaknya bertanggung jawab tentang penggunaan dana yang diberikan Pemkab Gresik dengan perincian. Dengan rincian, LP Maarif mendapat Rp 100 juta, Dewan Pimpinan Daerah PGRI Rp 50 Juta, DPD Muhammadiyah Rp 50 juta.

Pemberian dana pendidikan tersebut, ada tim khusus yang melihat secara langsung tentang pendidikan di lingkungan NU. Menurut data, sekolahnya saja sampai 700 sekolah, termasuk pendidikan tingkat TK. “Alhamdulillah kami hanya mengucapkan terima kasih pada Pemkab Gresik yang memberikan dana pendidikan,” tutur Ismail Syarif.

Drs H Arif Susanto, Sekretaris DPD PGRI Kabupaten Gresik pada Duta, membenarkan adanya bantuan dari Pemkab Gresik. “Kami baru menerima Rp 25 juta. Jadi, tinggal Rp 25 juta. Kami harap dana bantuan pendidikan ini bisa dicairkan kembali pada bulan Desember 2008,” kata Kasek SMK PGRI Gresik ini.

Kabag Humas Pemkab Gresik Drs H Mighfar Syukur MM ketika dikonfirmasi masalah tersebut, kepada Duta menjelaskan, tiga lembaga mendapat kucuran dana APBD tahun 2008. ”Nominalnya berlainnan. Karena, disesuaikan dengan banyaknya lembaga yang dikelola. Ya, harus berlainan seperti halnya Maarif NU pantas kalau terbanyak mengingat lembaga pendidikan ini membina ratusan sekolah. Tentang kenaikan dana sumbangan pada 3 lembaga ini kami masih belum mendengar kenaikan,” katanya.

sumber:http://dutamasyarakat.com

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 13 Desember 2008 10:08