Ahmad Jazuli, Peraih Juara Pertama Lomba Pembelajaran dengan ICT Se-Jatim PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Sabtu, 13 Desember 2008 14:48
Ciptakan Animasi Nenek Obilabul, Siswa Jadi Senang Matematika

Ahmad Jazuli dinobatkan sebagai juara umum dalam lomba pembelajaran dengan information and communication technology (ICT) se-Jatim beberapa waktu lalu. Lomba yang diadakan Lembaga Edukasi Anak Bangsa itu diikuti 185 guru SD, SMP, dan SMA se-Jatim. Seperti apa metode pembelajaran yang diajarkan Ahmad Jazuli?

CHUSNUL CAHYADI, Gresik.

MAJU-maju itu positif//Mundur-mundur negatif//Terus-terus itu tambah//Balik kanan dikurangi//. Bait-bait syair lagu tersebut dinyanyikan dua kali oleh Ahmad Jazuli di hadapan sejumlah siswa di SD NU 1 Trate, Gresik.

Syair lagu yang telah diubah dari lagu berjudul Naik ke Puncak Gunung itu membuat siswa di sekolah tersebut senang. Dengan demikian, mata pelajaran (mapel) matematika, yang semula menjadi momok bagi sebagian siswa, kini mulai disenangi.

Apalagi, Jazuli menambahkan sebuah film animasi. Dalam film tersebut, seorang perempuan renta berjalan dengan dibantu tongkat. Perempuan itu berjalan di lantai yang telah diberi tulisan angka-angka. Jazuli menamakannya dengan pembelajaran bilangan bulat dengan Nenek Obilabul (operasi bilangan bulat, Red).

"Sistem pembelajaran itu mempermudah siswa mempelajari matematika. Siswa akan mengingat berjalan maju itu positif. Sedangkan berjalan mundur adalah negatif. Bila berjalan terus (maju), berarti ditambah. Jalan balik kanan harus dikurangi," papar suami Diah Masita itu.

Karena sistem pembelajaran tersebut telah cukup lama dipraktikkan, sarjana jurusan matematika dari Universitas Muhammadiyah Surabaya pada 1993 itu tidak kesulitan ketika tampil di hadapan tim penilai dalam lomba mengajar guru matematika dan fisika dengan ICT se-Jatim.

Lomba yang diadakan oleh Lembaga Edukasi Anak Bangsa itu berlangsung dua hari, 19-20 Agustus 2008, dan dipusatkan di Sidoarjo. Pesertanya 185 guru jenjang SD, SMP, dan SMA dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. "Dalam lomba ini, tidak dibedakan antara jenjang SD hingga SMA. Saya kebetulan ditetapkan sebagai juara pertama," kata Jazuli.

Bagi bapak tiga putra bernama Rojabi, 8, Dhofiri, 6, dan Fathona, 2, tersebut, tampil di hadapan siswa di dalam kelas bukan hal baru. Sebab, profesi guru telah ditekuni sejak 18 tahun lalu. Kini pria yang tinggal di Jl Madiun, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), tersebut menjabat sebagai kepala SD NU 1 Trate, Gresik.

Saat ini, jabatan tersebut memasuki tahun keenam. Namun, pria 41 tahun itu tidak mau hanya berada di belakang meja. Dia masih tetap memberikan materi mata pelajaran matematika di sekolah yang berlokasi di Jl KH. Abdul Karim, Kecamatan Gresik, tersebut.

Selain itu, Jazuli tercatat sebagai salah seorang trainer kabupaten dalam bidang studi matematika yang bekerja sama dengan Indonesia-Australia Parthnership Basic Education (IAPBE). "Saya tiga tahun menjadi trainer bekerja sama dengan IAPBE," jelas sekretaris LP Ma'arif Gresik itu.

Berkat keuletan dan inovasi yang selalu dikembangkan, Jazuli akhirnya meraih juara pertama dalam lomba yang penutupannya dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Jatim Rasiyo dan mantan Menteri Pendidikan Wardiman Joyonegoro tersebut. Jazuli berhak membawa pulang trofi, piagam, dan uang penghargaan.

"Saya tidak menyangka, materi tersebut menjadikan tim penilai memilih saya sebagai juara pertama. Padahal, saya menciptakan metode itu semula hanya untuk memudahkan siswa memahami matematika," katanya merendah.