|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Sabtu, 13 Desember 2008 10:03 |
|
Lembaga Pendidikan Maarif NU Gresik terus membuka peluang untuk memberdaya para pendidik. Hal itu dimaksudkan untuk memacu kelayakan-kelayakan bagi para pengajar agar tidak tertinggal dengan lembaga pendidikan Islam lainnya. ”Kami terus berusaha memanfaatkan dana untuk kepentingan pendidikan, baik bagi kalangan guru maupun perangkat pendukung lainnya,” kata Ketua LP Maarif NU Gresik, Ismail Syarif, pada Duta, kemarin. Para guru di lingkungan LP Maarif, diakuinya, masih belum memiliki keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan masyarakat. Dengan sendirinya guru Maarif harus benar-benar layak menjadi pendidik dalam menjawab tantangan zaman. |
|
Terakhir diperbaharui: Sabtu, 13 Desember 2008 10:08 |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Sabtu, 22 November 2008 05:29 |
|
VISI : Menjadikan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU sebagai Lembaga yang terpercaya dan mampu menjadi perekat masyarakat Nahdliyin dalam penyelenggaraan pendidikan.
MISI: 1. Menyelenggarakan Pendidikan, baik pada jalur formal maupun nonformal. 2. Melakukan Standarisasi Mutu Pendidikan melalui layanan Supervisi, Pengembangan Quality Control dan Akreditasi Pendidikan. 3. Memberikan Pelayanan Konsultasi dan Advokasi Pendidikan dalam mewujudukan Lembaga Pendidikan yang berkualitas. 4. Mengkoordinasikan semua Penyelenggara Pendidikan yang diselenggarakan oleh Lembaga, Lajnah, dan Pengelolah Pendidikan formal maupun non formal. 5. Melakukan Koordinasi dan Singkronisasi Pelaksanaan Tugas LP Ma'arif NU di tingkat MWC, dan Pengelolah Pendidikan formal maupun non formal.
TUJUAN: 1. Meningkatkan partisipasi warga Nahdiyin dalam pelaksanaan Pendidikan. 2. Membentuk Muslim yang beriman, dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhluqul karimah, cerdas dan terampil, serta melaksanakan faham Ahlusunnah Wal Jama'ah. 3. Turut bertanggung jawab akan kelangsungan hidup bangsa dalam negara kesatuan Republik Indonesia.
|
|
Terakhir diperbaharui: Sabtu, 13 Desember 2008 17:31 |
|
Ditulis oleh Ikhwan
|
|
Kamis, 15 Mei 2008 16:08 |
|
DPR telah mengesahkan Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE). Di kalangan masyarakat masih banyak keraguan atas UU tersebut. Tak heran jika tanggapan atas hal itu menjadi topik hangat akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, promosi sebagai pembukaan atau publikasi UU ITE itu dimaksudkan untuk menutup akses pada situs-situs porno dan melindungi transaksi yang menggunakan sarana Teknologi Informasi (TI). Tapi, ternyata materi UU itu tidak cukup itu saja, bahkan wilayah pribadi pun bisa menjadi sasarannya. Makin membuat masyarakat ciut hati manakala sehari setelah UU disahkan, aparat kepolisian proaktif menggelar razia di warnet-warnet seperti diberitakan di media kaca. |
|
Terakhir diperbaharui: Kamis, 15 Mei 2008 16:10 |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Kamis, 15 Mei 2008 14:56 |
|
Sejak awal peradaban, manusia sudah merasakan perlunya sistem pembagian waktu menjadi satuan-satuan periode "bulan" dan "tahun" yang lazim disebut Kalender atau Taqwim (Arab). Kebutuhan manusia akan sistem kalender itu bertemali dengan kepentingan kehidupan sehari-hari mereka dan atau kepentingan kehidupan keagamaan mereka.
Acuan yang digunakan untuk menyusun kalender atau taqwim tersebut adalah siklus pergerakan dua benda langit yang sangat besar pengaruhnya pada kehidupan manusia di Bumi, yakni Bulan dan Matahari. Kalender yang disusun berdasarkan siklus sinodik Bulan dinamakan Kalender Bulan (Qamariyah, Lunar). Kalender yang disusun berdasarkan siklus tropik Matahari dinamakan Kalender Matahari (Syamsiyah, Solar). Sedangkan kalender yang disusun dengan mengacu kepada keduanya dinamakan Kalender Bulan-Matahari (Qamariyah-Syamsiyah, Luni-Solar). |
|
Terakhir diperbaharui: Kamis, 15 Mei 2008 14:58 |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Arif
|
|
Kamis, 15 Mei 2008 13:44 |
|
Mungkin banyak pertanyaan di antara kita tentang perubahan nama Madrasah kita menjadi Pesantren. Berdasar Visi dan Misi baru yang disusun oleh Tim Badan Pembina Madrasah (Ust. Yusuf A Hasan, Ust. Syakir Djamaluddin, dan Ust. Asep Purnama Bahtiar) memang nama Madrasah ini telah berubah menjadi Pesantren. Nama Pesantren Mu’allimin Muhammadiyah atau Pesantren Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta akan menjadi “brand” baru almamater kita. |
|
Terakhir diperbaharui: Kamis, 15 Mei 2008 13:53 |
|
Selanjutnya...
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|